5 Hal yang Harus Dihindari agar Lulus dalam Ujian Masuk Kampus Kedinasan Kampus Kedinasan

“Kak, apa aja sih yang gak boleh dilakukan agar lulus dalam ujian masuk kampus kedinasan?” Pertanyaan itu terucap dari salah satu siswa Masuk Kelas. Setelah pada artikel sebelumnya, admin membahas apa yang sebaiknya dilakukan agar dapat lulus dalam ujian masuk kampus kedinasan, sekarang admin akan membahas hal yang sebaliknya.

Hal ini penting karena seringkali kita terus menerus melakukan hal yang tidak tepat padahal hal yang tidak tepat tersebut berpotensi untuk merusak masa depan yang kita cita-citakan, dalam hal ini adalah cita-cita untuk dapat berkuliah di kampus kedinasan. Kuy baca tulisan dibawah ini.

1. Rasa Malas

Rasa malas dapat membuat kita kecanduan lho. Maksudnya gimana ya kak?. Coba deh kamu sesekali malas, biasanya sih kamu cenderung akan tergoda untuk malas di hari-hari berikutnya. Mimin juga pernah gitu kok. Hari ini mau tidur-tiduran aja ahhh, ehh besoknya tergoda lagi buat tidur-tiduran atau malas-malasan.

Merubah dari rajin ke malas itu mudah banget, tetapi merubah dari malas ke rajin itu sulit banget lho. Bagi teman-teman yang terlanjur malas, yuk ubah rasa malasmu mulai dari perubahan kecil terlebih dahulu. Misalnya yang terbiasa main game online 4 jam sehari, kurangi jadi 3 jam sehari dulu. 1 jam nya kamu alokasikan buat belajar. Ke depannya coba lebih disiplin lagi. Waktu belajar kalian tambah jadi 2 jam. Lakukan perubahan tersebut secara konsisten ya Teman Kelas.

2. Pelit Waktu, Tenaga, dan Uang

Mewujudkan cita-cita itu tidak gampang. Kalau gampang namanya giveaway, giveaway juga kadang banyak syaratnya sih. Pelit disini, bisa berupa pelit tenaga, pelit waktu, bahkan pelit uang. Mimin kadang kecewa sih dengan beberapa orang. Mereka punya uang untuk beli paket data sampai Rp200.000 untuk bermain game online, tetapi untuk membeli buku atau pembelajaran lainnya yang cuman Rp50.000 bilangnya gak ada uang.

Ada lagi yang mampu menyisihkan waktunya 5 jam sehari untuk nonton drakor, tetapi hanya menyisihkan waktu 1 jam untuk belajar. Bahkan ada lagi yang tidak rela meng-uninstall aplikasi hiburan demi aplikasi pembelajaran/edukasi. Mimin selalu bilang ke Siswa Masuk Kelas bahwa ketika kalian pelit dengan masa depan kalian, jangan berharap masa depan gak pelit sama kalian.

Ibaratnya gini sih. Kalian punya gebetan, ehh kalian pelit waktu untuk membalas WA gebetan kalian atau pelit uang untuk mentraktir gebetan kalian. Kalian yakin gak, gebetan kalian gak tergoda untuk mencari orang yang lebih baik dari kalian?. Berikan yang terbaik dari diri kalian untuk mewujudkan cita-cita yang kalian dambakan. Jangan setengah-setengah dalam berjuang.

3. Tidak Disiplin/Sering Menunda-nunda 

Disiplin berkaitan dengan ketepatan waktu. Misalnya ketika masuk sekolah pukul 08.00 WIB, kalian maksimal pukul 08.00 WIB sudah harus berada di kelas. Mimin Masuk Kelas beberapa kali menemukan siswa yang suka menunda-nunda. Seharusnya hari ini diwajibkan untuk mengerjakan 1 paket latihan soal kedinasan di aplikasi masuk kelas, eh dikerjainnya malah besok. Alasannya sih hari ini sibuk banget, padahal bukan karena terlalu sibuk sih, tetapi karena kurang mampu untuk mengelola waktu.

Cara untuk dapat mengelola waktu dengan baik adalah kurangi melakukan hal-hal yang kurang penting, contohnya buka medsos. Buka medsos boleh, tapi lakukan ketika tugas-tugas kalian sudah selesai. Kampus Kedinasan itu benar-benar menekankan kedisiplinan dari para siswa/I nya lho. Segala sesuatunya diatur dan akan ada punishment/hukuman apabila kalian melanggarnya. Jadi yuk mulai berlatih disiplin mulai dari sekarang.  

4. Tidak Mengetahui Kemampuan Diri Sendiri

Siswa Masuk Kelas: “Kak, pokoknya aku mau lulus di D3 Kepabeanan dan Cukai PKN STAN.”

Mimin: Nilai Try Out terakhir kamu berapa dek?

Siswa Masuk Kelas: Hemm rendah sih kak, SKD nya cuman 300. Sementara TPA dan TBI nya juga rendah

Bermimpi besar boleh, tapi kita juga harus mengetahui kemampuan diri kita. Kalau kemampuan diri kalian saat ini masih kurang bagus, kalian ada dua pilihan. Pertama, jangan pilih jurusan atau kampus kedinasan yang banyak peminatnya. Kedua, tetap pilih yang kalian cita-citakan, tetapi waktu belajar dan usaha harus kalian tambah atau metode belajar harus kalian ubah. Contoh: yang biasanya cuman belajar 2 jam, tambah jadi 4 jam. Kalian dapat juga ikut bimbel, agar belajar kalian lebih terarah.

Jangan samakan cara dan intensitas belajar kalian dengan teman kalian ketika kemampuan/kapasitas kalian berbeda yah. Contoh kalian punya teman namanya si Budi. Budi dapat nilai minimal 380 di try out SKD yang diikutinya, sementara kalian dapat cuman 300. Yah, kamu harus belajar lebih rajin daripada Budi.

5. Pesimis

“Aku udah ikutan ujian 2 x kak, tapi gak lulus. Aku jadi pesimis lulus ujian masuk kampus kedinasan tahun depan.”

Eits, eits, eits jangan pesimis dong. Tidak lulus itu bukan berarti kemampuan kalian tidak baik. Mungkin saja cara, metode, intensitas, bahan, atau tempat kalian belajar kurang tepat. Kalian harus identifikasi apa yang menyebabkan kalian gagal pada kesempatan terdahulu dan jangan ulangi kesalahan kalian. Kalau kata pepatah,”jangan jatuh di lubang yang sama.” Yuk tetap optimis bahwa tahun depan kalian dapat lulus !.

Demikian artikel dari Masuk Kelas kali ini. Dipraktikkan ya gengs. Terkadang kita perlu untuk menjadi Pribadi yang berbeda untuk meraih hasil yang kita harapkan. Berbeda maksudnya dari malas menjadi rajin, pokoknya berubah menjadi orang yang lebih baik. Nantikan artikel=artikel bermanfaat lainnya dari Masuk Kelas.

Apabila kalian mencari Bimbel Persiapan Ujian Masuk Kampus Kedinasan (STAN, STIS, IPDN, Poltekim, Poltekip, STTD, dll), yuk belajar di Masuk Kelas saja. Info selengkapnya WA ke 0896-900-15102.